Mahasiswa MPAI UAD Gelar Kajian Tematik Hadis tentang Puasa Asyura dan Tasu’a di Masjid IC UAD
Mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Ahmad Dahlan melaksanakan Program Pemberdayaan Umat (PRODAMAT) bertema “Puasa Asyura dan Tasu’a: Kajian Tematik Hadis tentang Pelaksanaan Puasa Muharram” pada Ahad, 14 Juni 2026 di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (IC UAD). Kegiatan ini diikuti oleh jamaah Masjid IC UAD, civitas akademika Universitas Ahmad Dahlan, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap kajian hadis dan pengamalan ibadah sunnah.
Program ini digagas oleh mahasiswa Prodamat MPAI UAD, yaitu Amir Abdul Aziz, S.Pd., Durotun Nasekha, S.Pd., Joni Iskandar, Lc., Lezya Oliviana, S.Hum., sebagai bagian tim teknis dalam pengajian ini. Upaya meningkatkan literasi hadis di tengah masyarakat, khususnya terkait pelaksanaan puasa Asyura dan Tasu’a yang sering menjadi perbincangan setiap datangnya bulan Muharram. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dasar hukum, tata cara pelaksanaan, keutamaan, serta hikmah puasa Asyura dan Tasu’a berdasarkan hadis-hadis yang autentik.
Kegiatan diawali dengan tilawah Al-Qur’an bersama dan pembukaan oleh moderator. Kemudian, materi kajian disampaikan oleh Ustadz H. Ali Yusuf, S.Th.I., M.Hum., yang dikenal memiliki kompetensi di bidang studi hadis. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan hadis-hadis yang berkaitan dengan puasa Asyura dan Tasu’a, mulai dari latar belakang pensyariatannya, keutamaan berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram, hingga berbagai pendapat ulama mengenai pelaksanaannya. Beliau juga menjelaskan bahwa puasa Asyura memiliki nilai spiritual yang tinggi serta menjadi salah satu bentuk keteladanan dalam mengikuti sunnah Rasulullah saw.

Selain membahas aspek normatif, Ustadz Ali Yusuf juga mengulas beberapa persoalan yang sering ditanyakan masyarakat, seperti hukum melaksanakan puasa Asyura tanpa didahului puasa Tasu’a, penggabungan niat dengan puasa sunnah lainnya, serta hikmah dibalik anjuran Rasulullah saw. untuk membedakan pelaksanaan puasa umat Islam dengan tradisi puasa yang dilakukan kaum Yahudi pada masa itu. Penyampaian materi dilakukan secara dialogis sehingga peserta dapat memahami tema kajian secara lebih mendalam.
Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, pengalaman, serta pandangan terkait pelaksanaan puasa Muharram di lingkungan masing-masing. Sesi ini berlangsung interaktif dan menunjukkan tingginya antusiasme jamaah dalam memahami hadis-hadis yang berkaitan dengan puasa Asyura dan Tasu’a.
Sebagai bagian dari evaluasi kegiatan, peserta diminta mengisi kuesioner pre-test sebelum kajian dimulai dan post-test setelah seluruh rangkaian pengajian selesai. Hasil evaluasi ini digunakan untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta mengenai hadis, tata cara pelaksanaan, keutamaan, dan hikmah puasa Asyura dan Tasu’a. Selain memperoleh wawasan keislaman yang lebih luas.
Melalui pengajian ini, MPAI UAD berharap kajian tematik hadis tentang puasa Asyura dan Tasu’a tidak hanya meningkatkan pengetahuan peserta, tetapi juga mendorong pengamalan sunnah Rasulullah saw. secara lebih baik dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, Masjid IC UAD diharapkan semakin menguatkan perannya sebagai pusat edukasi dan pembinaan umat yang aktif dalam menyebarluaskan pemahaman Islam yang berlandaskan Al-Qur’an dan hadis yang autentik.


