Program Pemberdayaan Umat Magister PAI UAD Dengan Tema Optimalisasi Penggalangan Dana Digital dan Crowdfunding dalam Meningkatkan Partisipasi Donatur
Bantul, 20 Juni 2026 – Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Program Pemberdayaan Umat dengan tema “Optimalisasi Penggalangan Dana Digital dan Crowdfunding dalam Meningkatkan Partisipasi Donatur” pada Sabtu, 20 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Hidayah Bakalan, Bantul ini merupakan bagian dari upaya pengabdian kepada masyarakat dalam meningkatkan kapasitas umat menghadapi perkembangan teknologi digital, khususnya dalam pengelolaan dan penghimpunan dana sosial keagamaan.
Kegiatan tersebut diketuai oleh Bayu Agung Maulana S.Pd, sebagai Ketua Pelaksana di bawah bimbingan Dr. Wantini, M.Pd.I selaku Dosen Pembimbing. Acara dihadiri oleh pengurus masjid, tokoh masyarakat, pengelola kegiatan sosial keagamaan, serta warga sekitar yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
Dalam sambutannya, Bayu Agung Maulana menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital telah menghadirkan berbagai peluang baru dalam pengelolaan dana sosial dan keagamaan. Oleh karena itu, masyarakat perlu memiliki pemahaman yang memadai mengenai strategi penggalangan dana digital agar dapat memanfaatkan teknologi secara efektif dan bertanggung jawab.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan serta keterampilan kepada masyarakat dalam memanfaatkan platform digital untuk mendukung berbagai program sosial, pendidikan, dan keagamaan. Dengan pengelolaan yang baik, digital fundraising dan crowdfunding dapat menjadi instrumen yang efektif dalam memperluas jangkauan donatur serta meningkatkan partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Sebagai narasumber utama, Bapak Marzuki, S.E., Manajer Regional LAZISMU DIY, menyampaikan materi mengenai perkembangan tren penggalangan dana digital di Indonesia, strategi membangun kepercayaan donatur, serta optimalisasi platform crowdfunding sebagai sarana penghimpunan dana yang transparan dan akuntabel. Menurutnya, keberhasilan penggalangan dana digital tidak hanya bergantung pada teknologi yang digunakan, tetapi juga pada kemampuan lembaga dalam membangun komunikasi yang baik dengan para donatur.
“Kepercayaan merupakan modal utama dalam kegiatan fundraising. Melalui transparansi, pelaporan yang jelas, serta pemanfaatan media digital secara tepat, lembaga dapat meningkatkan partisipasi dan loyalitas donatur dalam mendukung berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat,” jelas Marzuki.
Sementara itu, Dr. Wantini, M.Pd.I selaku dosen pembimbing menyampaikan bahwa kegiatan pemberdayaan umat ini merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Melalui sesi diskusi interaktif, para peserta mendapatkan kesempatan untuk bertukar pengalaman dan berdialog langsung dengan narasumber mengenai berbagai tantangan dalam pengelolaan dana sosial berbasis digital. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai penyusunan kampanye donasi yang efektif, strategi pemanfaatan media sosial, serta pentingnya transparansi dalam pelaporan penggunaan dana kepada masyarakat.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dan mendapat respons positif dari para peserta. Diharapkan melalui program ini, masyarakat dan pengelola lembaga keagamaan dapat semakin memahami pentingnya transformasi digital dalam penggalangan dana serta mampu mengimplementasikan strategi crowdfunding yang efektif guna mendukung keberlanjutan program-program sosial dan pemberdayaan umat.
Program Pemberdayaan Umat yang diselenggarakan oleh Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan literasi digital masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem filantropi Islam yang transparan, inovatif, dan berkelanjutan.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cinderamata kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan ilmu yang telah dibagikan kepada seluruh peserta.



