Yogyakarta, 26 November 2025 — Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Ahmad Dahlan bersama Kelompok Kerja Guru (KKG) ISMUBA Kabupaten Sleman sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Tantangan Pendidikan Agama Islam di Era 4.0” pada Rabu, 26 November 2025, bertempat di Aula Islamic Center UAD.
Kegiatan semniar ini diisi oleh Dr. Wantini, M.Pd.I, dosen MPAI UAD, yang memaparkan tantangan dan peluang guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menghadapi arus transformasi teknologi.
Dalam paparannya, Dr. Wantini menekankan bahwa guru PAI perlu memiliki karakter adaptif dan terus mengembangkan kompetensi diri agar mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan. Salah satu pernyataannya yang menjadi sorotan peserta adalah ketika beliau menegaskan bahwa, “hanya guru yang terus belajar yang boleh terus mengajar.” Ungkapan ini menjadi pengingat kuat bahwa profesionalitas seorang pendidik ditentukan oleh kemauannya untuk tidak berhenti belajar, meskipun teknologi terus berkembang.

Seminar ini diikuti oleh delapan puluhan guru ISMUBA Sleman, mahasiswa, dan praktisi pendidikan. Para peserta mendapatkan wawasan mengenai integrasi teknologi dalam pengajaran PAI, penguatan literasi digital, serta pendekatan pedagogi yang sesuai dengan karakteristik generasi 4.0.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara MPAI UAD dan KKG ISMUBA Sleman untuk memperkuat jejaring akademik dan peningkatan kompetensi guru melalui program berkelanjutan.
Sekretaris Prodi MPAI UAD, Dr. Djamaluddin Perawironegoro, M.Pd.I menyampaikan apresiasinya atas sinergi yang terjalin. Ia berharap kerja sama ini dapat terus menghadirkan program yang inovatif dan berdampak bagi peningkatan kualitas pendidikan Islam di masyarakat.
Seminar ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif dan antusias, menandai besarnya minat peserta terhadap topik transformasi PAI di era digital. Melalui kegiatan ini, MPAI UAD berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mengembangkan ekosistem pendidikan Islam yang berkemajuan dan responsif terhadap perubahan zaman.
Orientasi Prodi MPAI: Membangun Fondasi Akademik Mahasiswa Baru Semester Genap 2025/2026
/in Berita /by authorProgram Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta telah melaksanakan kegiatan Orientasi Program Studi bagi mahasiswa baru Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 pada Kamis, 2 April 2026. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting sebagai bagian dari proses akademik awal dalam mengenalkan lingkungan keilmuan, sistem pembelajaran, serta budaya akademik kepada mahasiswa baru.
Orientasi ini menjadi langkah awal yang strategis dalam mempersiapkan mahasiswa untuk menjalani perkuliahan di jenjang magister. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami arah pengembangan keilmuan, sistem akademik, serta berbagai fasilitas pendukung pembelajaran yang tersedia di lingkungan program studi.
Rangkaian kegiatan orientasi diawali dengan sambutan Dekan FAI UAD Dr. Arif Rahman, M.Pd.I. dalam sambutannya, beliau menyampaikan selamat datang di Program Studi Magister Pendidikan Agam Islam Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan yang merupakan satu satunya Program Studi Magister PAI di Indonesia yang terakreditasi Internasional. Kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi visi dan misi program studi oleh Ketua Program Studi MPAI UAD, Prof. Dr. Suyadi, M.Pd.I. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi orientasi program studi yang disampaikan oleh Dr. Wantini, M.Pd.I memberikan gambaran menyeluruh terkait kurikulum dan sistem pembelajaran, serta pelatihan publikasi artikel ilmiah dan penggunaan e-learning sebagai penunjang kegiatan akademik oleh Sekprodi MPAI UAD, Dr. Djamaluddin Perawironegoro, M.Pd.I.
Melalui pelaksanaan orientasi ini, diharapkan mahasiswa baru MPAI mampu beradaptasi dengan cepat terhadap dinamika perkuliahan, memiliki kesiapan akademik yang baik, serta termotivasi untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas selama masa studi.
Seminar Nasional “Tantangan Pendidikan Agama Islam di Era 4.0” Kolaborasi MPAI UAD dan KKG ISMUBA Sleman
/in Berita /by authorYogyakarta, 26 November 2025 — Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Ahmad Dahlan bersama Kelompok Kerja Guru (KKG) ISMUBA Kabupaten Sleman sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Tantangan Pendidikan Agama Islam di Era 4.0” pada Rabu, 26 November 2025, bertempat di Aula Islamic Center UAD.
Kegiatan semniar ini diisi oleh Dr. Wantini, M.Pd.I, dosen MPAI UAD, yang memaparkan tantangan dan peluang guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menghadapi arus transformasi teknologi.
Dalam paparannya, Dr. Wantini menekankan bahwa guru PAI perlu memiliki karakter adaptif dan terus mengembangkan kompetensi diri agar mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan. Salah satu pernyataannya yang menjadi sorotan peserta adalah ketika beliau menegaskan bahwa, “hanya guru yang terus belajar yang boleh terus mengajar.” Ungkapan ini menjadi pengingat kuat bahwa profesionalitas seorang pendidik ditentukan oleh kemauannya untuk tidak berhenti belajar, meskipun teknologi terus berkembang.
Seminar ini diikuti oleh delapan puluhan guru ISMUBA Sleman, mahasiswa, dan praktisi pendidikan. Para peserta mendapatkan wawasan mengenai integrasi teknologi dalam pengajaran PAI, penguatan literasi digital, serta pendekatan pedagogi yang sesuai dengan karakteristik generasi 4.0.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara MPAI UAD dan KKG ISMUBA Sleman untuk memperkuat jejaring akademik dan peningkatan kompetensi guru melalui program berkelanjutan.
Sekretaris Prodi MPAI UAD, Dr. Djamaluddin Perawironegoro, M.Pd.I menyampaikan apresiasinya atas sinergi yang terjalin. Ia berharap kerja sama ini dapat terus menghadirkan program yang inovatif dan berdampak bagi peningkatan kualitas pendidikan Islam di masyarakat.
Seminar ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif dan antusias, menandai besarnya minat peserta terhadap topik transformasi PAI di era digital. Melalui kegiatan ini, MPAI UAD berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mengembangkan ekosistem pendidikan Islam yang berkemajuan dan responsif terhadap perubahan zaman.