Yogyakarta – Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Pendekatan Pembelajaran Mendalam Pendidikan Agama Islam” di Amphitarium Kampus IV UAD, Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini diikuti sejumlah 150 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Daerah Istimewa Yogyakarta.
Seminar nasional menghadirkan Arif Jamali Muis, M.Pd., Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, sebagai narasumber utama. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai forum penguatan kompetensi guru dalam memahami arah kebijakan pembelajaran mendalam (deep learning) yang kini menjadi salah satu fokus transformasi pendidikan nasional.
Acara dibuka oleh Dekan FAI UAD, Dr. Arif Rahman, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dilepaskan dari peningkatan kapasitas guru sebagai aktor utama pembelajaran. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan organisasi profesi merupakan langkah strategis untuk menghasilkan guru yang adaptif terhadap perubahan dan mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif.
Sementara itu, Ketua AGPAII D.I.Y menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin bersama MPAI UAD. Ia berharap seminar nasional ini dapat menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus memperkuat profesionalisme guru PAI dalam menghadapi dinamika kebijakan pendidikan.
Sebelum sesi utama seminar dimulai, Kaprodi MPAI UAD, Prof. Dr. Suyadi, M.Pd.I., memperkenalkan Prodi MPAI kepada para peserta. Disampaikan informasi rekognisi atas pengalaman mengajar dan mendidik guru untuk dijadikan dasar penilaian pembelajaran pada program magister. Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) memberikan kesempatan bagi guru untuk melanjutkan studi jenjang magister melalui pengakuan atas pengalaman profesional dan capaian pengalaman yang telah dimiliki.
Dalam pemaparannya, Prof. Suyadi juga menjelaskan berbagai pengembangan yang telah dilakukan MPAI UAD, mulai dari capaian Akreditasi Unggul LAMDIK dan akreditasi internasional AQAS, hingga sistem perkuliahan blended learning yang dirancang untuk mendukung kebutuhan para guru, yang tetap aktif menjalankan tugas profesional sambil melanjutkan pendidikan.

Kemudian dalam sesi materi Arif Jamali Muis, M.Pd., menjelaskan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai suatu paradigma pembelajaran yang mendorong peserta didik memahami konsep secara utuh, menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan nyata, serta membangun karakter melalui pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Ditegaskan bahwa pembelajaran yang berkualitas tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu membentuk peserta didik yang beriman, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Menurutnya, guru memiliki peran sentral dalam menghadirkan proses pembelajaran yang menyentuh aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan peserta didik.
“Setiap kelas adalah ruang untuk menanamkan makna. Ketika pembelajaran menyentuh pikiran, hati, dan tindakan, ilmu tidak hanya dipahami, tetapi juga dihayati dan diamalkan. Mari menghadirkan Pembelajaran Mendalam sebagai ikhtiar bersama untuk membentuk generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia,” ujar Arif Jamali Muis.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para guru aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait implementasi pendekatan pembelajaran mendalam dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai contoh praktik pembelajaran yang dapat diterapkan sesuai karakteristik peserta didik dan satuan pendidikan.
Melalui seminar nasional ini, MPAI UAD bersama AGPAII DIY menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan kualitas dan profesionalisme guru PAI. Kegiatan yang menjadi forum penguatan kapasitas pendidik, juga memperluas jejaring kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan organisasi profesi dalam mewujudkan pembelajaran PAI yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di era transformasi pendidikan.
Mahasiswa dan Alumni MPAI UAD Respons Bencana di Kalimantan Tengah, Tempuh 1.931 Kilometer untuk Bantu Masyarakat
/in Berita, Download, Events /by wintoloKALIMANTAN TENGAH — Firdan Dwi Setiawan, mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), bersama Aris Pratama Gunawan, alumni MPAI UAD, turut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan di Kalimantan Tengah.
Dalam aksi tersebut, keduanya menempuh perjalanan sejauh 1.931 kilometer dengan melintasi enam kabupaten. Mereka menyalurkan bantuan berupa paket masker dan multivitamin bagi masyarakat terdampak karhutla, serta mendistribusikan air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan.
Aksi kemanusiaan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Menurut Firdan, mempelajari agama Islam tidak cukup hanya melalui teori dan pemahaman di ruang akademik. Ilmu yang diperoleh juga perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi sesama.
“Bagi saya, belajar agama Islam bukan hanya tentang memahami teori, tetapi juga bagaimana mengamalkan ilmu itu dalam kehidupan nyata. Ketika masyarakat sedang menghadapi bencana, kita harus hadir, membantu sesuai kemampuan, dan memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan. Inilah salah satu bentuk nyata dari ilmu yang saya pelajari,” ungkap Firdan.
Sementara itu, Aris Pratama Gunawan menilai bahwa keterlibatan dalam aksi kemanusiaan merupakan kesempatan untuk menumbuhkan kepekaan sosial sekaligus memahami secara langsung kondisi masyarakat yang terdampak bencana. Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak harus selalu dalam jumlah besar, tetapi perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Bencana seperti karhutla dan kekeringan bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut kehidupan masyarakat sehari-hari. Karena itu, kita perlu melihat langsung kondisi mereka dan memahami bantuan apa yang benar-benar dibutuhkan. Semoga apa yang kami lakukan bisa sedikit meringankan beban masyarakat dan menggerakkan lebih banyak orang untuk ikut peduli,” ungkap Aris.
Ia juga berharap aksi tersebut dapat menumbuhkan kesadaran bahwa penanganan dampak bencana membutuhkan kepedulian dan kerja sama berbagai pihak. Menurutnya, solidaritas masyarakat menjadi salah satu kekuatan penting dalam membantu warga melewati situasi sulit, terutama ketika kebutuhan dasar seperti air bersih sulit diperoleh.
Keterlibatan Firdan dan Aris dalam aksi kemanusiaan ini menjadi wujud kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana lingkungan. Melalui penyaluran bantuan tersebut, keduanya berharap dapat meringankan beban masyarakat, khususnya mereka yang terdampak karhutla dan kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan.
Aksi ini juga menjadi pengingat bahwa peran mahasiswa dan alumni tidak hanya terbatas pada lingkungan akademik. Lebih dari itu, ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman perlu diwujudkan melalui kepedulian sosial, solidaritas, dan pengabdian nyata di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Firdan dan Aris berharap semakin banyak generasi muda yang tergerak untuk mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan serta hadir memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
MPAI UAD Kerjasama dengan AGPAII DIY Gelar Seminar Nasional, Perkuat Pemahaman Guru PAI tentang Pendekatan Pembelajaran Mendalam
/in Berita /by authorYogyakarta – Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Pendekatan Pembelajaran Mendalam Pendidikan Agama Islam” di Amphitarium Kampus IV UAD, Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini diikuti sejumlah 150 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Daerah Istimewa Yogyakarta.
Seminar nasional menghadirkan Arif Jamali Muis, M.Pd., Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, sebagai narasumber utama. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai forum penguatan kompetensi guru dalam memahami arah kebijakan pembelajaran mendalam (deep learning) yang kini menjadi salah satu fokus transformasi pendidikan nasional.
Acara dibuka oleh Dekan FAI UAD, Dr. Arif Rahman, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dilepaskan dari peningkatan kapasitas guru sebagai aktor utama pembelajaran. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan organisasi profesi merupakan langkah strategis untuk menghasilkan guru yang adaptif terhadap perubahan dan mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif.
Sementara itu, Ketua AGPAII D.I.Y menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin bersama MPAI UAD. Ia berharap seminar nasional ini dapat menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus memperkuat profesionalisme guru PAI dalam menghadapi dinamika kebijakan pendidikan.
Sebelum sesi utama seminar dimulai, Kaprodi MPAI UAD, Prof. Dr. Suyadi, M.Pd.I., memperkenalkan Prodi MPAI kepada para peserta. Disampaikan informasi rekognisi atas pengalaman mengajar dan mendidik guru untuk dijadikan dasar penilaian pembelajaran pada program magister. Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) memberikan kesempatan bagi guru untuk melanjutkan studi jenjang magister melalui pengakuan atas pengalaman profesional dan capaian pengalaman yang telah dimiliki.
Dalam pemaparannya, Prof. Suyadi juga menjelaskan berbagai pengembangan yang telah dilakukan MPAI UAD, mulai dari capaian Akreditasi Unggul LAMDIK dan akreditasi internasional AQAS, hingga sistem perkuliahan blended learning yang dirancang untuk mendukung kebutuhan para guru, yang tetap aktif menjalankan tugas profesional sambil melanjutkan pendidikan.
Kemudian dalam sesi materi Arif Jamali Muis, M.Pd., menjelaskan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai suatu paradigma pembelajaran yang mendorong peserta didik memahami konsep secara utuh, menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan nyata, serta membangun karakter melalui pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Ditegaskan bahwa pembelajaran yang berkualitas tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu membentuk peserta didik yang beriman, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Menurutnya, guru memiliki peran sentral dalam menghadirkan proses pembelajaran yang menyentuh aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan peserta didik.
“Setiap kelas adalah ruang untuk menanamkan makna. Ketika pembelajaran menyentuh pikiran, hati, dan tindakan, ilmu tidak hanya dipahami, tetapi juga dihayati dan diamalkan. Mari menghadirkan Pembelajaran Mendalam sebagai ikhtiar bersama untuk membentuk generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia,” ujar Arif Jamali Muis.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para guru aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait implementasi pendekatan pembelajaran mendalam dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai contoh praktik pembelajaran yang dapat diterapkan sesuai karakteristik peserta didik dan satuan pendidikan.
Melalui seminar nasional ini, MPAI UAD bersama AGPAII DIY menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan kualitas dan profesionalisme guru PAI. Kegiatan yang menjadi forum penguatan kapasitas pendidik, juga memperluas jejaring kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan organisasi profesi dalam mewujudkan pembelajaran PAI yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di era transformasi pendidikan.