Mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan melaksanakan Program Pemberdayaan Umat (Prodamat) bertema “Eco Literasi Berbasis Masjid melalui Gerakan Sedekah Sampah” pada Ahad, 24 Mei 2026, bertempat di Aula PDM Kulon Progo. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama MPAI UAD dengan Lazismu Kulon Progo dan diikuti lebih dari 30 peserta, terdiri atas pengurus masjid, Pimpinan Cabang Muhammadiyah, anggota Angkatan Muda Muhammadiyah Kulon Progo, serta mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Program ini digagas oleh mahasiswa Prodamat MPAI UAD, yaitu Suyati, S.Pd., Dandi Setiadi, S.Pd., dan Syifa Rahmah Vita, S.Pd. Ketiganya berperan sebagai fasilitator kegiatan, mulai dari penyusunan konsep program, persiapan teknis, koordinasi dengan mitra, hingga pendampingan pelaksanaan workshop. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar mahasiswa MPAI UAD untuk menghadirkan program pemberdayaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penguatan literasi lingkungan berbasis masjid.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, pelantunan kalam Ilahi, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya, serta sambutan dari Lazismu Kulon Progo, dosen pembimbing Prodamat, dan PDM Kulon Progo. Kegiatan ini didampingi oleh Dr. Azaki Khoirudin, S.Pd.I., M.Pd. selaku dosen pembimbing Prodamat. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Lazismu Kulon Progo atas kerja sama dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Dr. Azaki menegaskan bahwa isu lingkungan merupakan persoalan penting dan strategis yang perlu direspons bersama. Menurutnya, Islam tidak hanya mengatur aspek akidah dan ibadah ritual, tetapi juga mendorong umat untuk membangun kehidupan yang maslahat dan rahmatan lil alamin. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari tanggung jawab keislaman dan kemanusiaan.

Materi workshop disampaikan oleh Ust. Ananto Isworo, S.Ag., Founder Gerakan Shadaqah Sampah Berbasis Eco-Masjid Indonesia sekaligus Ketua LDK PWM DIY. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan teknis pengelolaan, tetapi juga cara pandang masyarakat. Perubahan mindset menjadi kunci penting dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
Ust. Ananto menjelaskan bahwa sampah anorganik seperti botol plastik, kantong plastik, kaleng, aluminium, dan kertas tidak mudah terurai secara alami sehingga perlu dikelola sejak dari rumah. Melalui Gerakan Shadaqah Sampah, sampah anorganik dari rumah tangga, masjid, sekolah, kantor, maupun komunitas dikumpulkan di masjid dengan niat sedekah. Sampah tersebut kemudian dipilah, dijual, dan hasilnya digunakan untuk program kemanfaatan sosial, seperti santunan pendidikan, sembako, dan kesehatan bagi warga kurang mampu.
Melalui pendekatan berbasis masjid, kegiatan ini diharapkan mampu membangun budaya peduli lingkungan di lingkungan Muhammadiyah Kulon Progo. Masjid tidak hanya dipahami sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai ruang edukasi, pemberdayaan, dan perubahan sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Gagasan ini sejalan dengan pola berita Prodamat MPAI UAD yang menonjolkan peran mahasiswa dalam pengabdian, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Peserta diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan, pengalaman, serta pandangan terkait persoalan sampah di lingkungan masing-masing. Sesi ini menjadi ruang berbagi gagasan mengenai peluang penerapan Gerakan Sedekah Sampah di masjid, komunitas, dan lingkungan Muhammadiyah.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan post-test untuk melihat perkembangan pemahaman peserta setelah mengikuti workshop. Selain memperoleh materi, peserta juga mendapatkan manfaat berupa relasi, sertifikat, dan kesempatan memperoleh doorprize. Salah satu peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pemahaman baru tentang pentingnya pengelolaan sampah berbasis kesadaran bersama.
Melalui kegiatan ini, MPAI UAD dan Lazismu Kulon Progo berharap gerakan eco literasi berbasis masjid tidak berhenti pada kegiatan workshop semata, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan berkelanjutan di lingkungan masjid dan Muhammadiyah Kulon Progo. Gerakan Sedekah Sampah diharapkan menjadi model pemberdayaan umat yang sederhana, dekat dengan kehidupan masyarakat, dan dapat diterapkan secara bertahap di berbagai lingkungan masjid.
MPAI UAD dan Lazismu Kulon Progo Gelar Workshop Eco Literasi Berbasis Masjid melalui Gerakan Sedekah Sampah
/in Berita /by authorMahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan melaksanakan Program Pemberdayaan Umat (Prodamat) bertema “Eco Literasi Berbasis Masjid melalui Gerakan Sedekah Sampah” pada Ahad, 24 Mei 2026, bertempat di Aula PDM Kulon Progo. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama MPAI UAD dengan Lazismu Kulon Progo dan diikuti lebih dari 30 peserta, terdiri atas pengurus masjid, Pimpinan Cabang Muhammadiyah, anggota Angkatan Muda Muhammadiyah Kulon Progo, serta mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Program ini digagas oleh mahasiswa Prodamat MPAI UAD, yaitu Suyati, S.Pd., Dandi Setiadi, S.Pd., dan Syifa Rahmah Vita, S.Pd. Ketiganya berperan sebagai fasilitator kegiatan, mulai dari penyusunan konsep program, persiapan teknis, koordinasi dengan mitra, hingga pendampingan pelaksanaan workshop. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar mahasiswa MPAI UAD untuk menghadirkan program pemberdayaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penguatan literasi lingkungan berbasis masjid.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, pelantunan kalam Ilahi, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya, serta sambutan dari Lazismu Kulon Progo, dosen pembimbing Prodamat, dan PDM Kulon Progo. Kegiatan ini didampingi oleh Dr. Azaki Khoirudin, S.Pd.I., M.Pd. selaku dosen pembimbing Prodamat. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Lazismu Kulon Progo atas kerja sama dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Dr. Azaki menegaskan bahwa isu lingkungan merupakan persoalan penting dan strategis yang perlu direspons bersama. Menurutnya, Islam tidak hanya mengatur aspek akidah dan ibadah ritual, tetapi juga mendorong umat untuk membangun kehidupan yang maslahat dan rahmatan lil alamin. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari tanggung jawab keislaman dan kemanusiaan.
Materi workshop disampaikan oleh Ust. Ananto Isworo, S.Ag., Founder Gerakan Shadaqah Sampah Berbasis Eco-Masjid Indonesia sekaligus Ketua LDK PWM DIY. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan teknis pengelolaan, tetapi juga cara pandang masyarakat. Perubahan mindset menjadi kunci penting dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
Ust. Ananto menjelaskan bahwa sampah anorganik seperti botol plastik, kantong plastik, kaleng, aluminium, dan kertas tidak mudah terurai secara alami sehingga perlu dikelola sejak dari rumah. Melalui Gerakan Shadaqah Sampah, sampah anorganik dari rumah tangga, masjid, sekolah, kantor, maupun komunitas dikumpulkan di masjid dengan niat sedekah. Sampah tersebut kemudian dipilah, dijual, dan hasilnya digunakan untuk program kemanfaatan sosial, seperti santunan pendidikan, sembako, dan kesehatan bagi warga kurang mampu.
Melalui pendekatan berbasis masjid, kegiatan ini diharapkan mampu membangun budaya peduli lingkungan di lingkungan Muhammadiyah Kulon Progo. Masjid tidak hanya dipahami sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai ruang edukasi, pemberdayaan, dan perubahan sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Gagasan ini sejalan dengan pola berita Prodamat MPAI UAD yang menonjolkan peran mahasiswa dalam pengabdian, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Peserta diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan, pengalaman, serta pandangan terkait persoalan sampah di lingkungan masing-masing. Sesi ini menjadi ruang berbagi gagasan mengenai peluang penerapan Gerakan Sedekah Sampah di masjid, komunitas, dan lingkungan Muhammadiyah.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan post-test untuk melihat perkembangan pemahaman peserta setelah mengikuti workshop. Selain memperoleh materi, peserta juga mendapatkan manfaat berupa relasi, sertifikat, dan kesempatan memperoleh doorprize. Salah satu peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pemahaman baru tentang pentingnya pengelolaan sampah berbasis kesadaran bersama.
Melalui kegiatan ini, MPAI UAD dan Lazismu Kulon Progo berharap gerakan eco literasi berbasis masjid tidak berhenti pada kegiatan workshop semata, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan berkelanjutan di lingkungan masjid dan Muhammadiyah Kulon Progo. Gerakan Sedekah Sampah diharapkan menjadi model pemberdayaan umat yang sederhana, dekat dengan kehidupan masyarakat, dan dapat diterapkan secara bertahap di berbagai lingkungan masjid.
PRODAMAT MPAI UAD UAD GELAR SEMINAR LITERASI DIGITAL “THE REAL INFLUENCER: MENJADI TELADAN DAN ADAB DI MEDIA SOSIAL DI SMA MUH DAARUL KHOIR GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA
/in Berita /by authorMahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta sukses menyelenggarakan kegiatan seminar literasi digital bertema “The Real Influencer: Menjadi Teladan dan Adab di Media Sosial” pada Sabtu, 23 Mei 2026. Kegiatan ini ditujukan kepada para siswa SMA Muhammadiyah Daarul Khoir Gunungkidul Yogyakarta, sebagai upaya membangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya adab dan etika dalam menggunakan media sosial.
Kegiatan seminar berlangsung dengan penuh antusiasme dari para peserta. Dalam kegiatan ini, para siswa diajak memahami bahwa seorang real influencer bukan hanya dinilai dari banyaknya pengikut atau popularitas di media sosial, tetapi dari bagaimana ia mampu menjadi teladan, menjaga tutur kata, serta menyebarkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari maupun di dunia digital.
Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pentingnya bijak bermedia sosial, menjaga adab dalam berkomunikasi, menghindari penyebaran hoaks dan ujaran kebencian, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah dan penyebaran inspirasi kebaikan. Para peserta juga diberikan motivasi agar mampu menjadi generasi muda yang cerdas, kreatif, dan berakhlak Islami di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Waka Humas SMA Muhammadiyah Daarul Khoir Gunungkidul, Ustadz Oki Ariyanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengatakan, “Kami sangat mengapresiasi terselenggaranya seminar bertema The Real Influencer: Menjadi Teladan dan Adab di Media Sosial ini. Kegiatan seperti ini sangat penting bagi para santriwan dan santriwati SMA Muhammadiyah Daarul Khoir Gunungkidul agar memiliki pemahaman tentang pentingnya menjaga adab, etika, dan tanggung jawab dalam menggunakan media sosial. Semoga melalui kegiatan ini lahir generasi muda yang mampu menjadi teladan, menyebarkan kebaikan, dan memberikan pengaruh positif baik di dunia nyata maupun di dunia digital.”
Kegiatan ini memberikan kesan positif bagi seluruh peserta. Salah satu siswa menyampaikan bahwa seminar tersebut memberikan wawasan baru tentang bagaimana menggunakan media sosial dengan lebih bijak dan bertanggung jawab. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami karena mengajarkan bahwa media sosial bukan hanya tempat hiburan, tetapi juga bisa menjadi sarana menyebarkan inspirasi, ilmu, dan kebaikan kepada orang lain,” ungkap salah satu peserta.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa SMA Muhammadiyah Daarul Khoir Gunungkidul mampu menerapkan nilai-nilai adab Islami dalam kehidupan digital sehari-hari serta menjadi generasi yang dapat membawa pengaruh positif di lingkungan masyarakat maupun di media sosial.