Mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan melaksanakan Program Pemberdayaan Umat (Prodamat) bertema “Pelatihan Tekhnik Vocal dan Irama Imam Masjid Lansia” pada Kamis, 25 Juni 2026 bertempat di Masjid Umar bin Khatab. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama MPAI UAD dengan PC IMM Kulon Progo dan diikuti lebih dari 20 peserta terdiri atas pengurus masjid dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah. Kegiatan ini mengundang para imam masjid dari 4 masjid dengan lokasi yang berbeda-beda. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Umat (Prodamat) Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan yang dilaksanakan di bawah bimbingan dan pendampingan Dr. Mhd. Lailan Arqam, M.Pd., sebagai dosen pembimbing program, sehingga pelaksanaan kegiatan tetap berlandaskan pada penguatan akademik dan pengabdian kepada masyarakat.
Program ini digagas oleh mahasiswa Prodamat MPAI UAD, yaitu Imam Mars Miasya S.Pd., Lazuardi Jihansyah, S.Pd., dan Ulil Jannah, S.Pd. Dalam kegiatan ini, Imam Mars Miasya, S.Pd. bertindak sebagai pemateri, sedangkan Lazuardi Jihansyah, S.Pd. dan Ulil Jannah, S.Pd. berperan sebagai fasilitator mulai dari penyusunan konsep program, persiapan teknis, koordinasi dengan pihak masjid. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar mahasiswa MPAI UAD untuk menghadirkan program pemberdayaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam peningkatan kualitas imam masjid.
Acara ini diawali salam pembuka oleh Ustadz Yulianto, selaku Ketua Penasihat Masjid Umar bin Khatab, sebagai tanda dimualainya pelatihan. Dalam sambutanya Ustadz Yulianto menyampaikan rasa syukurnya dapat bermuwajahah dan berkumpul bersama untuk belajar melantunkan ayat ayat al-quran, irama imam masjid sebagai bagian dari peningkatan kualitas imam masjid dan memperkuat pelayanan masjid terhadap jamaah.
Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Imawan Adam Kaneka, S.Pd. “Kegiatan ini merupakan bagian dari Program bidang TKK PC IMM Kulon Progo yang bekerjasama dengan mahasiswa MPAI UAD sangat strategis, karena karena tidak hanya memperkuat tali silaturahmi antar lembaga, tetapi juga memadukan semangat gerakan kemahasiswaan dengan kedalaman keilmuan akademik yang dimiliki oleh rekan-rekan mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam UAD.”
Kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Lazuardi Jihansyah, S.Pd. selaku perwakilan mahasiswa, ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan program pengabdian masyarakat dalam meningkatkan kualitas imam masjid, terlebih banyak masalah yang kita temui di lapangan. Terdapat terdapat beberapa imam masjid yang masih memerlukan pendampingan, terutama dalam aspek fashohah, kelancaran pelafalan ayat-ayat Al-Qur’an, serta pengelolaan dinamika nada atau irama saat memimpin salat.

Dalam pelatihan tersebut, jamaah dibimbing dalam membaca surah alfatihah yang baik dan dikenalkan tentang kesalahan kesalahan yang sering terjadi dalam pelafalan surah alfatihah kemudian peserta mulai dikenalkan dengan tujuh irama dasar tilawatil Quran yang lazim digunakan dalam gaya mujawwad. Tujuh irama itu meliputi Bayyati yang berkarakter lembut dan lambat, Shaba dengan nuansa ringan namun emosional, Hijaz yang lincah dan cepat, Rast yang ringan serta dinamis, Jiharkah dengan nada tinggi, Sika yang khidmat dan lembut, serta Nahawand yang dikenal bernuansa melankolis. Penguasaan ragam irama tersebut diharapkan mampu memperkaya ekspresi bacaan Al-Qur’an tanpa mengabaikan ketepatan harakat dan kaidah tajwid.
Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Peserta diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan, pengalaman, serta pandangan terkait persoalan imam masjid. Sesi ini menjadi ruang berbagi pengalaman nyata dan wawasan mendalam, yang diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan serta kesiapan para peserta dalam mengemban amanah di masjid masing-masing.
Bapak Yulianto selaku penasihat mengungkapkan respond pada akhir acara “Saya sangat senang dan banyak ilmu baru yang saya dapatkan, ternyata sejauh ini bacaan kita masih jauh dari kata sempurna secara pelafalan. Saya berharap pelatihan ini bisa dirancang secara rutin sehingga menjadi pendampingan bagi kita untuk memperbaiki bacaan.”
Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan post-test untuk melihat perkembangan pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan. Selain memperoleh materi, peserta juga mendapatkan file softfile pembenahan bacaan surah alfatihah. Salah satu peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengetahuan baru mengenai kesalahan yang sering tidak disadari dalam pelafalan surah alfatihah dalam solat.
Di akhir acara, mahasiswa juga memberikan buku catatan prestasi tahsin alqur’an kepada pihak masjid yang harapanya bisa menjadi kontrol dalam meningkatkan kualitas bacaan pada TPQ yang ada di Masjid Umar bin Khatab.
MPAI UAD dan PC IMM Kulon Progo berharap agar kegiatan ini dapat membantu para imam lansia dalam mengoptimalkan teknik vokal dan pengaturan napas yang sesuai dengan kondisi fisik mereka, sekaligus memperindah bacaan melalui irama yang tartil. Dengan adanya softfile pembenahan Al-Fatihah dan buku catatan prestasi, program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas keimaman di atas mihrab, tetapi juga menjadi warisan ilmu (legacy) yang dapat diturunkan secara terukur kepada generasi muda di TPQ Masjid Umar bin Khatab.
Mahasiswa MPAI UAD dan PC IMM Kulon Progo Gelar Pelatihan Tekhnik Vokal dan Irama Surah Al-Fatihah Imam Masjid
/in Berita /by authorMahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan melaksanakan Program Pemberdayaan Umat (Prodamat) bertema “Pelatihan Tekhnik Vocal dan Irama Imam Masjid Lansia” pada Kamis, 25 Juni 2026 bertempat di Masjid Umar bin Khatab. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama MPAI UAD dengan PC IMM Kulon Progo dan diikuti lebih dari 20 peserta terdiri atas pengurus masjid dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah. Kegiatan ini mengundang para imam masjid dari 4 masjid dengan lokasi yang berbeda-beda. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Umat (Prodamat) Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan yang dilaksanakan di bawah bimbingan dan pendampingan Dr. Mhd. Lailan Arqam, M.Pd., sebagai dosen pembimbing program, sehingga pelaksanaan kegiatan tetap berlandaskan pada penguatan akademik dan pengabdian kepada masyarakat.
Program ini digagas oleh mahasiswa Prodamat MPAI UAD, yaitu Imam Mars Miasya S.Pd., Lazuardi Jihansyah, S.Pd., dan Ulil Jannah, S.Pd. Dalam kegiatan ini, Imam Mars Miasya, S.Pd. bertindak sebagai pemateri, sedangkan Lazuardi Jihansyah, S.Pd. dan Ulil Jannah, S.Pd. berperan sebagai fasilitator mulai dari penyusunan konsep program, persiapan teknis, koordinasi dengan pihak masjid. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar mahasiswa MPAI UAD untuk menghadirkan program pemberdayaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam peningkatan kualitas imam masjid.
Acara ini diawali salam pembuka oleh Ustadz Yulianto, selaku Ketua Penasihat Masjid Umar bin Khatab, sebagai tanda dimualainya pelatihan. Dalam sambutanya Ustadz Yulianto menyampaikan rasa syukurnya dapat bermuwajahah dan berkumpul bersama untuk belajar melantunkan ayat ayat al-quran, irama imam masjid sebagai bagian dari peningkatan kualitas imam masjid dan memperkuat pelayanan masjid terhadap jamaah.
Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Imawan Adam Kaneka, S.Pd. “Kegiatan ini merupakan bagian dari Program bidang TKK PC IMM Kulon Progo yang bekerjasama dengan mahasiswa MPAI UAD sangat strategis, karena karena tidak hanya memperkuat tali silaturahmi antar lembaga, tetapi juga memadukan semangat gerakan kemahasiswaan dengan kedalaman keilmuan akademik yang dimiliki oleh rekan-rekan mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam UAD.”
Kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Lazuardi Jihansyah, S.Pd. selaku perwakilan mahasiswa, ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan program pengabdian masyarakat dalam meningkatkan kualitas imam masjid, terlebih banyak masalah yang kita temui di lapangan. Terdapat terdapat beberapa imam masjid yang masih memerlukan pendampingan, terutama dalam aspek fashohah, kelancaran pelafalan ayat-ayat Al-Qur’an, serta pengelolaan dinamika nada atau irama saat memimpin salat.
Dalam pelatihan tersebut, jamaah dibimbing dalam membaca surah alfatihah yang baik dan dikenalkan tentang kesalahan kesalahan yang sering terjadi dalam pelafalan surah alfatihah kemudian peserta mulai dikenalkan dengan tujuh irama dasar tilawatil Quran yang lazim digunakan dalam gaya mujawwad. Tujuh irama itu meliputi Bayyati yang berkarakter lembut dan lambat, Shaba dengan nuansa ringan namun emosional, Hijaz yang lincah dan cepat, Rast yang ringan serta dinamis, Jiharkah dengan nada tinggi, Sika yang khidmat dan lembut, serta Nahawand yang dikenal bernuansa melankolis. Penguasaan ragam irama tersebut diharapkan mampu memperkaya ekspresi bacaan Al-Qur’an tanpa mengabaikan ketepatan harakat dan kaidah tajwid.
Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Peserta diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan, pengalaman, serta pandangan terkait persoalan imam masjid. Sesi ini menjadi ruang berbagi pengalaman nyata dan wawasan mendalam, yang diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan serta kesiapan para peserta dalam mengemban amanah di masjid masing-masing.
Bapak Yulianto selaku penasihat mengungkapkan respond pada akhir acara “Saya sangat senang dan banyak ilmu baru yang saya dapatkan, ternyata sejauh ini bacaan kita masih jauh dari kata sempurna secara pelafalan. Saya berharap pelatihan ini bisa dirancang secara rutin sehingga menjadi pendampingan bagi kita untuk memperbaiki bacaan.”
Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan post-test untuk melihat perkembangan pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan. Selain memperoleh materi, peserta juga mendapatkan file softfile pembenahan bacaan surah alfatihah. Salah satu peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengetahuan baru mengenai kesalahan yang sering tidak disadari dalam pelafalan surah alfatihah dalam solat.
Di akhir acara, mahasiswa juga memberikan buku catatan prestasi tahsin alqur’an kepada pihak masjid yang harapanya bisa menjadi kontrol dalam meningkatkan kualitas bacaan pada TPQ yang ada di Masjid Umar bin Khatab.
MPAI UAD dan PC IMM Kulon Progo berharap agar kegiatan ini dapat membantu para imam lansia dalam mengoptimalkan teknik vokal dan pengaturan napas yang sesuai dengan kondisi fisik mereka, sekaligus memperindah bacaan melalui irama yang tartil. Dengan adanya softfile pembenahan Al-Fatihah dan buku catatan prestasi, program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas keimaman di atas mihrab, tetapi juga menjadi warisan ilmu (legacy) yang dapat diturunkan secara terukur kepada generasi muda di TPQ Masjid Umar bin Khatab.
Mahasiswa MPAI UAD Gelar Seminar Etika Pergaulan Remaja dan Lomba Poster di MTs Muhammadiyah Kasihan
/in Berita /by authorBANTUL, Dalam upaya membentengi generasi muda dari dampak negatif pergaulan bebas dan penyalahgunaan teknologi, tim mahasiswa Program Pemberdayaan Umat (Prodamat) Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di MTs Muhammadiyah Kasihan, Bantul. Kegiatan yang mengusung tema “Revitalisasi Nilai-Nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam Membentuk Etika Pergaulan Remaja” ini dilaksanakan pada Rabu (24/06/2026). Acara ini menyasar siswa-siswi kelas 7 dan 8 sebagai peserta utama. Rangkaian kegiatan dikemas secara interaktif melalui kombinasi seminar edukatif dan lomba poster digital yang relevan dengan dinamika kehidupan remaja masa kini.
Acara dibuka dengan sesi pengenalan narasumber oleh panitia. Memasuki sesi inti pertama, Muhammad Radhian Khalifatataqi, S.Kom., menyampaikan materi bertajuk “Etika Pergaulan Remaja dalam Perspektif Al-Islam dan Kemuhammadiyahan”. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya menjaga akhlakul karimah dalam interaksi sehari-hari. “Nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan harus diimplementasikan secara nyata oleh remaja Muhammadiyah demi membangun hubungan sosial yang sehat, harmonis, serta bertanggung jawab,” ujar Radhian di hadapan para siswa.
Sesi kedua dilanjutkan oleh Muhammad Annas Budiarto, S.Pd., yang mengupas tuntas materi tentang “Pencegahan Kenakalan Remaja dan Pemanfaatan Media Sosial secara Bijak”. Beliau membedah berbagai bentuk kenakalan remaja yang marak terjadi saat ini, sekaligus dampak buruk dari pergaulan bebas serta penyalahgunaan platform digital. Siswa dibekali dengan strategi konkret agar dapat menggunakan media sosial secara positif, produktif, dan aman.
Tidak hanya mendengarkan materi, para siswa kelas 7 dan 8 juga ditantang untuk menuangkan kreativitas mereka melalui lomba poster digital yang disesuaikan dengan tema besar acara. Kompetisi ini bertujuan untuk mengasah pemahaman siswa sekaligus menjadi media kampanye positif antarsejawat mengenai etika pergaulan yang islami.
Melalui program Prodamat UAD ini, diharapkan para siswa MTs Muhammadiyah Kasihan mampu menyaring pengaruh buruk lingkungan dan bertransformasi menjadi kader berkemajuan yang cerdas digital namun tetap teguh memegang prinsip spiritual Islami.