“Penguatan Keadaban Digital pada Remaja IPM di Yogyakarta: Program Pemberdayaan Masyarakat di SMP Muhammadiyah Ngemplak Sleman”
Mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta melaksanakan kegiatan Program Pemberdayaan Umat (Prodamat) dengan tema “Penguatan Keadaban Digital pada Remaja IPM di Yogyakarta” pada Rabu, 20 Mei 2026 di SMP Muhammadiyah Ngemplak Sleman. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah Ngemplak Sleman sebagai upaya meningkatkan literasi dan keadaban digital di kalangan remaja.
Acara dibuka dengan sambutan Kepala Sekolah, Bapak Cahyo Nugroho, S.Pd., M.Pd. yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program pemberdayaan tersebut. Menurutnya, tema keadaban digital sangat relevan dengan kondisi remaja saat ini yang tidak lepas dari penggunaan media sosial dan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh dosen pembimbing, Prof. Dr. Suyadi, M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa program Prodamat merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang menjadi pengganti Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada jenjang S1. Beliau juga menekankan bahwa mahasiswa tidak boleh menjadi “menara gading”, tetapi harus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui edukasi dan pemberdayaan.

Kegiatan inti dilaksanakan melalui tiga sesi materi. Materi pertama bertajuk “Fondasi Literasi Digital & Keadaban Digital” disampaikan oleh Fadhlan Ramadhani, S.Pd. Dalam pemaparannya, peserta diajak memahami pentingnya kemampuan memilah informasi, bersikap bijak dalam bermedia sosial, serta membangun karakter yang santun di ruang digital.
Selanjutnya, materi kedua mengenai “Tantangan Nyata Dunia Digital Remaja” disampaikan oleh Anita Dwi Permatasari, S.Hum. Materi ini membahas berbagai persoalan yang sering dihadapi remaja di dunia digital, seperti hoaks, perundungan siber, kecanduan media sosial, hingga pentingnya menjaga privasi dan keamanan data pribadi.
Pada sesi terakhir, Muhlis Sawali, S.Pd.I. menyampaikan materi “Praktik & Strategi Menjadi Remaja Beradab Digital”. Peserta diberikan berbagai strategi praktis untuk membangun etika komunikasi digital, meningkatkan empati dalam interaksi daring, serta memanfaatkan teknologi secara positif dan produktif.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Magister PAI UAD berharap para remaja IPM mampu menjadi generasi yang cakap digital sekaligus memiliki keadaban dalam menggunakan teknologi, sehingga dapat menciptakan lingkungan digital yang sehat, aman, dan beretika.


